1 Jul 2009

Gunung Argopuro

Diantara ± 14 puncak di jajaran pegunungan YANG, puncak gunung Argopuro adalah puncak yang tertinggi ( 3088 MDPL ). Keindahan dan kecantikan pegunungan ini serta keanekaragaman Flora dan Fauna membuat para pendaki menyebutnya sebagai “ Surganya Pulau Jawa “


Kurang lebih 45 menit menikmati pemandangan senja selama perjalanan dari kota besuki akhirnya kendaraan yang kami tumpangi tiba di Pos Resort Konservasi Dataran Tinggi YANG Timur. Pos ini terletak di Desa Baderan, Kecamatan Sumber Malang, Kabupaten Situbondo.

Pagi harinya kami memulai pendakian dengan berjalan di atas aspal kasar yang biasa disebut penduduk setempat dengan sebutan jalur makadam. Panorama disisi kanan jalan terlihat begitu indah, lahan penduduk yang di tanami berbagai jenis tanaman terlihat begitu kontras di latar belakangi hijaunya perbukitan di seberang lembah.

Pegunungan YANG memiliki berbagai jenis fauna endemik yang kas. Yaitu : lutung merah, lutung jawa, merak hijau, Kijang, ayam hutan, babi hutan dan lain - lain. Dari berbagai jenis fauna endemik yang Kami sebutkan tadi, kami berjumpa dengan lutung jawa dan lutung merah yang melompat - lompat di pepohonan diatar jalur setapak yang kami lintasi.
Perjalanan pun di lanjutkan kembali dengan menaiki perbukitan yang membuat kami kelelahan. Setelah berjalan melewati perbukitan yang melelahkan akhirnya kami tiba di pos mata air 1.

Setelah menginap semalam karena kemalaman, esoknya kami mengisi persediaan air dan melanjutkan perjalanan dengan melewati bukit - bukit. Menjelang Pos 2 Kami dihadapkan dengan tanjakan yang kemiringannya berkisar 50 derajat, trek ini biasa disebut tanjakan cemara panjang. Akhirnya kami tiba di Pos mata air 2. Jarak mata air dari pos ini kurang lebih 50 meter agak curam ke bawah dan berada di sebelah kanan jalur. Setelah pos ini jalur yang kami lintasi mulai datar sampai puncak cemara panjang. Setelah puncak cemara panjang jalur mulai menurun sampai alun - alun kecil.

Dataran Tinggi YANG pada ketinggian di atas 2.000 MDPL banyak tersebar hamparan padang rumput atau biasa di sebut SAVANA. Pada ketinggian ini juga banyak terdapat hamparan padang edelwis yang ketinggiannya kurang lebih Meter. Fenomena ini sangat jarang di jumpai di Gunung lain di pulau jawa.

Dari alun - alun kecil saya dan teman - teman kembali melanjutkan perjalanan mengitari puncak gunung jambangan yang akhirnya sampai di padang savana. Kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju pos cikasur yang jaraknya kurang lebih 3 kilo, Kami mulai mempercepat langkah, supaya sampai di pos cikasur tidak terlalu malam.

Karena cuaca yang hanya di sinari cahaya senter dan kondisi badan kami yang mulai dingin membuat langkah kami lebih di percepat. Akhirnya kami tiba di pos cikasur disana sudah tersedia pondok / shelter untuk para pendaki beristirahat. Tetapi kami lebih memilih membuka tenda, karena angin yang bertiup mengenai tubuh terasa dingin.

Pagi harinya disaat embun pagi masih menempel di rerumputan, pemandangan di Cikasur sangat indah. Selain itu, disini terdapat bangunan tua peninggalan belanda, bekas lapangan terbang, juga terdapat sungai yang airnya begitu jernih. Selain airnya yang jernih, diatas permukaan airnya juga banyak selada air yang tumbuh liar. Selada air merupakan tumbuhan yang bisa dimakan.

Keindahan yang ada di cikasur tak ubahnya seperti lukisan, karena keterbatasan waktu kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju pos cisentor. Selama perjalanan kami melewati padang edelwis yang sudah terbakar ± 2 tahun yang lalu.

Para pendaki di harapkan berhati - hati setelah melewati padang edelwis, karena terdapat tumbuhan penyengat. Jika tersentuh akan terasa panas dan pedih, efeknya terasa ± 12 jam. Para pendaki biasa menyebutnya dancuan, puki wowor, jengkit atau pohon ngumpat, ketingiannya bisa mencapai ± 2 meter. Setelah melewati itu semua akhirnya kami berlima tiba di pos cisentor. Sesuai kesepakatan akhirnya kami bermalam dan beristirahat di pos Ini.

Pagi - pagi kami melanjutkan perjalanan menuju puncak rengganis. Di jalur yang kami lintasi disisi kiri dan kanan banyak sekali bekas jejak - jejak babi hutan yang mencari makan, kami pun akhirnya tiba di pos rawa embik. di pos ini kami sempat beristirahat sejenak sambil mengisi persediaan air, setelah semuanya terisi kami melanjutkan perjalanan kembali dengan medan yang bervariasi. Setelah melewati pos rawa embik di sepanjang jalur pendakian banyak terdapat buah arbey hutan. Kami sesekali memetik buahnya untuk dimakan selama perjalanan.

Setelah berjalan kurang lebih 2 jam dari rawa embik, akhirnya kami berlima nyampai di puncak rengganis.
Di puncak rengganis terdapat 2 makam, yang menurut warga sekitar merupakan makam Dewi Rengganis dan Selirnya.

Setelah melihat - lihat pemandangan sekitar puncak, kami pun sempat mengambil beberapa batang rokok sajen (sesaji) karena kami kehabisan rokok.
Setelah berfoto - foto kami pun turun menuju pos cisentor untuk bermalam dan beristirahat.

Keesokan harinya kami turun melewati jalur bremi, jalur ini lebih susah di banding jalur baderan karena harus melewati rerumputan setinggi kurang lebih 2 meter.
Setelah melewati rerumputan akhirnya kami memasuki hutan perbatasan suaka margasatwa, dan akhirnya nyampai di Danau Taman Hidup yang airnya dapat di pergunakan untuk minum dan memasak.

Kita dapat mendirikan tenda dan bermalam di sekitar danau maupun dekat sungai yang letaknya agak atas. Danau Taman Hidup teramat unik dengan kehijauan hutan tropis yang rimbun, dipadu dengan beraneka ragaman ikan yang melimpah. Sangat mudah dipancing bahkan ditangkap dengan tangan.

Setelah beristirahat sejenak dan menikmati Danau Taman Hidup kami pun melanjutkan perjalanan turun, melewati hutan tropis dan perkebunan damar akhirnya kami sampai di desa bremi dan bermalam di Polsek setempat.

14 komentar:

alnect computer mengatakan...

hmm..kapan ya aku bisa maen-maen lagi kayak dulu

Ani mengatakan...

Jadi inget masa muda nih....baru ngeh kalau Argopuro itu di Situbondo hi..hi...

bayunature mengatakan...

dari pengalaman emang tempat ini menawarkan keindahan alam yg menawan,..

st_hart mengatakan...

wah jadi pengen naek gunung lagi kaya zaman dulu nih....:)

lagi usil mengatakan...

hmm, ternyata di situbondo ada gunung tinggi juga ya? kirain semeru aja...

D-dee mengatakan...

wah jadi inget pendakian di akhir tahun 2008 yang lalu ney. memang argopuro menyimpan banyak keindahan dan misteri, apalagi pas ngecamp di danau taman hidup. sipp bro LANJUTKAN

Lala mengatakan...

Wah jadi pingin hiking, sepertinya asyik, bisa lebih deket dengan alam.

Suara Petualang mengatakan...

wah....bener dah kata orang2, Argopuro memang indah...

Mungkin tahun ini aku bisa ke sana juga....

Keren bro ceritanya...
kapan2 berpetualang bareng yuk...

oh ya, katanya ke Sempu juga, jadi...??

dian mengatakan...

waaaa... pengen ikuuuttt
kalo suatu saat mau direcokin sama nenek2 bawel, kabarin yaaaa...

NewsGila mengatakan...

wow..keren bro...
pemandangannya indah
Qu suka banget tuh ama danau-nya

oia bro...
kapan2 masukin poto masyrakat yang tinggal di daerah pegunungan

indoneter mengatakan...

emang naik gunung asik ya,
pada pingin semua emang dah pd tua2 ya..
ane br mau nyoba ah..

tosi jean mengatakan...

kmrn aku br 17san d argo,.wuuihh .. ternyata emg mntap bgd th gng,,gag nyesel pokok'e

Billy the Kid mengatakan...

wah jadi ingat pengalaman di argopuro bulan agustus lalu. kenangan di Cikasur takkan terlupa...
mampir ke sulawesi yach ...

Anonim mengatakan...

klo liat photo-photonya lagi...jd pngn balik ^^