12 Jun 2009

Anak Krakatau Keluarkan Semburan Pijar

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung, mengeluarkan semburan pijar berupa lontaran bebatuan berwarna kemerahan dengan suhu mencapai 2.500 derajat celcius.


Petugas Pengamat Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Dani Hamdani, Rabu, membenarkan bahwa pada pada dinihari letusan dan kegempaan Gunung Anak Krakatau mengeluarkan semburan pijar berupa bebatuan disertai suara dentuman sebanyak 22 kali.

Semburan pijar itu terlihat jelas di pos pemantauan di Desa Pasauran Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang jaraknya mencapai 42 kilometer.
Menurut dia, semburan pijar itu akibat meningkatnya frekuensi aktivitas letusan dan kegempaan dalam perut Gunung Anak Krakatau.

Oleh karena itu, pihaknya melarang pengunjung dan nelayan mendekati kawasan tersebut karena sangat berbahaya. "Bayangkan, jika terkena lontaran bebatuan itu, kulit akan melepuh," ujarnya.

Dia menyebutkan, pihaknya hingga saat ini terus melakukan pemantauan dan pengawasan menyusul peningkatan status "siaga" atau level III dari sebelumnya waspada atau level II.

Sementara itu, Hilman (45) pengelola obyek wisata di Pantai Anyer mengaku, saat ini banyak pengunjung ingin melihat secara langsung keindahan pijar berupa bebatuan krikil berwarna kemerah-merahan yang dilontarkan dari letusan Gunung Anak Krakatau pada malam hingga dinihari.

"Saya kira letusan Gunung Anak Krakatau memiliki daya tarik sendiri karena berada di tengah lautan juga bisa mendatang wisatawan domistik maupun mancanegara," ujarnya.
Antara

4 komentar:

DiLoG mengatakan...

wow...
indah banget semburan apinya...
oia...mang bener yah kalo di daerah NTB tuh pernah ada gunung api meletus dahsyat yang pernah ngeluarin kepulan abu dan asap sampe eropa

NIRMANA mengatakan...

fenomena alam makin diminati wisatawan, untung sudah ada pemantau gunung berapi jadi sewaktu2 ada gejala meledak sudah ada peringatan.

coba kalo ga, lagi enak2nya motret semburan api tiba2 bledossss.....gunungnya.

dian mengatakan...

haduh...
merinding
anak dan mertua saya ada di cilegon
semoga tidak terjadi apapun yg berbahaya ya...

indoneter mengatakan...

ojo njebluk sek gununge, ane kan msh di pulau jawa..
nek njebluk piye ra iso balek no..
ki sing duwe blog curang ra tau komen ki..